..
Wakil Gubernur Bali Dilaporkan Ke Mabes Polri, Diduga Palsukan Sertifikat Tanah
Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta/dok

Wakil Gubernur Bali Dilaporkan Ke Mabes Polri, Diduga Palsukan Sertifikat Tanah

Suksesinews.com, Denpasar - Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta disebut-sebut terlibat dalam kasus pemalsuan sertifikat tanah senilai Rp.273 Milyar. Atas dugaan kasus tersebut, mantan Wakil Bupati Badung ini dilaporkan oleh I Gede Made Subakat, warga Dusun Tegal, Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri, Tabanan, ke Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) di Jakarta, Senin (24/11/2014).

Dalam laporan bernomor; TBL/638/XI/2014/Bareskrim itu muncul dua nama terlapor yakni Anak Agung Ngurah Gde Agung, warga Jalan Imam Bonjol No. 19 Denpasar dan I Wayan Wakil yang berdomisili di Lingkungan Cengiling Desa Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.

"Dua orang ini yang kita laporkan dengan dugaan tindak pidana pemalsuan. Dan sebagai informasinya, uang dari hasil penjual tanah dengan sertifikat palsu itu masuk ke rekeningnya Sudikerta," terang Rizal Akbar kuasa hukum pelapor kepada wartawan di Denpasar, Selasa (25/11/2014).

Untuk jumlah uang, lanjut Rizal, yang masuk ke rekening orang nomor dua di jajaran pemerintahan propinsi Bali mencapai Rp.150 Milyar lebih atau tepatnya 55 persen dari jumlah uang Rp.273 Milyar.

Kasus ini berawal pada tanggal 11 Agustus 2000 lalu. Saat itu Made Subakat (pelapor) dan AA Ngurah Gde Agung (terlapor) menitipkan sertifikat tanah Pura Luhur Jurit Uluwatu di kantor Notaris Ni Nyoman Sudjarni, SH, MKn di Jalan By Pass Ngurah Rai No. 2004 Kuta, Badung. Dikatakan tanpa sepengetahuan pelapor tiba-tiba sertifikat tanah dengan luas 38.650 meter persegi itu menjadi ganda.

"Lokasi dan luas tanah sama, hanya saja nomor seri dua sertifikat itu berbeda," sambungnya.

Diseretnya nama wakil gubernur karena dari hasil sertifikat yang digandakan itu kemudian dijual oleh terlapor, I Wayan Wakil ke PT. Marindo Gemilang yang disebut sebagai anak perusahaan PT. Maspion Group Tbk seharga Rp300 miliar.

Wayan Wakil ini diketahui sebagai Direktur sebuah PT (Perseroan Terbatas) yang dirikan oleh Sudikerta. "PT ini abal-abal karena Wayan Wakil ini merupakan tukang gali batu. Sementara komisaris dalam PT itu adalah istrinya Sudikerta, Ida Ayu Ketut Sumiatini," kata Rizal lagi.

Namun, tanah yang memiliki sertifikat ganda tersebut juga diklaim oleh PT. Pecatu Bangun Gemilang sebagai tanah miliknya yang sudah dibeli. Komisaris PT Pecatu Bangun Gemilang, Wayan Santoso mengaku pihanya join dengan PT. Marindo Investama kemudian membangun PT baru bernama PT. Marindo Gemilang.

"PT Marindo Gemilang ini bukan anak perusahaan Maspion Group, karena PT ini hasil dari perkawinan PT Pecatu Bangkit Gemilang dan PT Marindo Investama," jelas dia.

Komisaris PT Pecatu Bangun Gemilang juga mengaku tidak tahu-menahu harga tanah yang dibeli, termasuk dibayarkan kepada siapa. Ann

Sebelumnya Kata Bu Menteri, Perempuan Aset Negara Lo
Selanjutnya KPK Ingatkan Pejabat Bali Hati-hati Soal Bansos