..
Untag Banyuwangi Wisuda 473 Mahasiswa
Setyo Bakti (paling kanan) foto bersama Rektor Untang Andang Subahariyanto dan rekan sesasama lulusan terbaik Untag Banyuwangi 2017 usai wisuda.

Untag Banyuwangi Wisuda 473 Mahasiswa

BANYUWANGI – Senyum Setyo Bakti (41), mengembang pasca di wisuda sebagai sarjana setrata satu (S1), Sabtu (16/12/2017). Staf Sub Bagian Humas Polres Banyuwangi ini dinobatkan sebagai wisudawan terbaik Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) Banyuwangi tahun 2017, baik ditingkat fakultas maupun universitas.

Lelaki yang akrab disapa Tio ini meraih nilai Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,98. Dia melampui 472 mahasiswa yang Sabtu siang menjalani wisuda di Auditorium Untag. Atas prestasinya, anggota sipil Polres Banyuwangi ini berhak membawa pulang dua tropi sekaligus.

“Tidak ada kiat khusus, hanya harus pandai membagi waktu antara kantor, anak, istri dan aktivitas kampus. Sehingga tidak komplain dari pihak kantor, keluarga maupun kampus,” kisahnya di ruangan tunggu rektor usai menjalani wisuda.

Tio tercatat sebagai lulusan Fakultas Hukum Untag. Perjuangan untuk merengkuh S1 dia jalani sejak 2012 silam. Begitu tercatat sebagai mahasiswa baru, suami dari Wulansari (30), ini harus menjalankan tiga aktivitas sekaligus. Antara bekerja di polres, kuliah di Untag dan konsentrasi mengurus rumah tangga. Meskipun sibuk bekerja, Tio tetap memilih perkuliahan reguler.

“Kerja dari pukul 07.00 – 15.00 WIB. Kuliah dimulai pukul 16.00 – 21.00 WIB. Belajar sak sempatnya di rumah. Minimal setengah jam, kadang kalau lebih asyik bisa lebih,” urainya didampingi sang istri yang tampak malu-malu.  

Tahun ini, Untag mewisuda 473 mahasiswa. Upacara sebagai tanda akhir dari perjalanan anak kuliahan tersebut disaksikan para wali wisuda. Para orang tua yang berhak mendampingi anaknya terlihat haru dan bangga ketika nama putranya disebut untuk maju ke depan melakoni prosesi wisuda.

Rektor Untag Banyuwangi, Andang Subahariyanto, pun mengaku lega. Tidak hanya sebatas lulus dengan jumlah yang tinggi yang membuatnya lapang. Para wisudawan dan wisudawati bisa meninggalkan kampus dengan kepala tegak lantaran akriditasi program studi (APS) dan akriditasi institusi perguruan tinggi (AIPT) telah mengantongi nilai B.

“Ini sangat menentukan bagi para alumni. Sekarang, baik pemerintah dan lembaga swasta trendnya tidak mau menerima pegawai kalau dari perguruan tinggi yang akriditasinya C. Dengan akriditasi B saya bisa nyangoni anak-anak sehingga tidak kalah sebelum berperang,” ungkap Andang didampingi Ketua Pepernas Sugihartoyo usai wisuda.

Perbaikan akriditasi ini tak lepas dari kerjasama antara rektorat, karyawan maupun Pepernas selaku penyelenggara pendidikan. Target berikutnya, lanjut Andang, Untag bisa mewujudkan program pasca sarjana (S2) yang mandiri. Tahun 2018 merupakan awal persiapan untuk mewujudkan rencana itu.

“Tahun 2019 kami harap progam S2 telah jalan,” tegasnya.

Kampus Untag di Jalan Adi Sucipto butuh pengembangan. Pepernas selaku penyelenggara pendidikan berencana menambah kampus di wilayah selatan Banyuwangi. Pilihannya di wilayah Kecamatan Kabat. SUBAHRODIN YUSUF

Sebelumnya Kajari Denpasar Komit Berantas Korupsi
Selanjutnya Tahanan Christian Beasley  Tertangkap di Lombok