..
Dhamantra Ajukan Surat Penangguhan Penahanan Yonda
Anggota DPR RI, I Nyoman Dhamantra/ist

Dhamantra Ajukan Surat Penangguhan Penahanan Yonda

Suksesinews.com, Denpasar - Anggota DPR RI, I Nyoman Dhamantra mendatangi Polda Bali, Kamis (12/10). Kedatangannya sekaligus mengajukan surat penangguhan penahanan I Made Wijaya alias Yonda yang ditetapkan tersangka dugaan reklamasi liar di kawasan Tanjung Benoa.

I Nyoman Dhamantra tiba di Polda Bali Jalan WR Supratman, Denpasar Timur, sekitar pukul 09.00. Politisi PDIP itu diterima Wakapolda Bali  Brigjen I Gede Alit Widana.  “Saya membawa surat yang sifatnya tertutup karena tembusannya kepada Presiden, Ketua DPR RI dan Kapolri. Intinya dalam surat ini hanya berharap penyidik memberikan penangguhan penahanan terhadap Yonda maupun prajuru desa yang ikut ditahan,”ujar Anggota Komisi VI DPR RI ini.       

Dhamantra menegaskan bahwa surat tersebut bukan sebagai bentuk intervensi  terhadap proses penyidikan yang dilakukan penyidik Direktorat Reskrimsus.  “Yonda dan prajuru desa adat yang ditahan tidak sepenuhnya bersalah dan belum ada alasan pasti penahanan.  Saya menilai persoalan Desa Adat dengan Paruman adat seharusnya tidak dibebankan kepada Bendesa dan Prajuru karena mereka pastinya adalah pelaksana dari paruman yang menjadi keputusan,”ujarnya.  

Ia menegaskan, penegakan hukum tidak bisa dilepaskan dari sosiologi hukum sehingga tidak bisa menghilangkan eksistensi desa adat itu sendiri. Artinya, Kapolda Bali Irjen Petrus R. Golose dengan anggotanya mesti melakukan pendekatan secara persuasif. “Bendesa dan Prajuru pelaksana saja. Hanya boleh bertindak karena hasil paruman. Maka, diharapkan penegakan hukum atau mengadili sebuah keputusan adat adalah memberikan pendidikan hukum yang konstruktif atau tetap menjaga eksistensi desa adat itu sendiri,” jelasnya.

 “Silahkan saja menegakkan hukum tapi kan yang bersangkutan tidak pernah menghilangkan barang bukti atau melarikan diri. Artinya dapat ditahan itu konstruksinya bagaimana. Itu yang belum saya dapat alasan yang jelasnya,”imbuhnya.

Sementara itu, Yonda sudah tiga minggu menghuni rutan Polda Bali. Rencananya  kemarin, ia dilimpahkan ke Kejati Bali tapi ditunda. Dikonfirmasi terkait hal ini,  Kabid Humas Kombes Hengky Widjaja mengatakan,  penyidik berencana melakukan pelimpahan tahap II, Kamis (12/10) pagi. “Pelimpahannya ditunda hari ini (kemarin) dan dijadwalkan besok (Jumat,13/10) siang,”ujar Hengky Widjaja. Ema/suksesinews

Sebelumnya Apa Sebenarnya Resep Otong Sukses ? Ini Kata Pamannya
Selanjutnya WNA Asal Tiangkok Gantung Diri di Gubuk