..
Bangun Stadion dan Sirkuit F-1, Jembrana Jadi Kota Olahraga
SIRKUIT di Sepang ini terlihat sangat megah. Mungkinkah juga dibangun di Jembrana. (net)

Bangun Stadion dan Sirkuit F-1, Jembrana Jadi Kota Olahraga

Suksesinews.com, Denpasar - Proyek pembangunan berskala besar di Bali mulai menyisir ke daerah-daerah di Bali. Bali bagian utara, tepatnya di Buleleng, akan dibangun bandara internasional. Di Bali Timur sedang digarap pemabngunan pelabuhan kapal pesiar Tanah Ampo. Sementara di Bali selatan, sudah menjadi pusat pembangunan di Bali sejak dulu. Nah, giliran Bali bagian barat, tepatnya Jembrana, yang belum dilirik pemerintah (pemprov) Bali untuk menancapkan taring pembangunan di Bali.

“Kacamata kuda” yang digunakan pemprov Bali dengan mengabaikan Jembrana memantik reaksi keras DPRD Bali. Ketua komisi III DPRD Bali yang membidangi infrastruktur dan pembangunan, I Nengah Tamba, mendesak pemprov Bali memindahkan rencana membangun stadion bertaraf internasional di Pecatu, Badung selatan, ke Jembrana. Selain itu, pemprov Bali juga didesak untuk merealisasikan rencana membangun sirkuit Formula 1 (F-1) di Jembrana.

“Jika itu direalisasikan, Jembrana akan mendapat icon baru sebagai kota olahraga bertaraf internasional. Tentu ada efek dominonya, yakni denyut nadi perekonomian bergeliat di Jembrana sehingga kesejahteraan masyarakat di sana menjadi lebih baik,” kata Tamba di Denpasar, senin (2/2).

Politisi partai Demokrat asal Jembrana, ini mengatakan pembangunan fasilitas bertaraf internasional di Bali termasuk fasilitas olahraga bertaraf internasional harus berorientasi pada keadilan dan pemerataan pembangunan antardaerah di Bali. “Pembangunan jangan menumpuk di Bali selatan. Harus ada pemerataan pembangunan di Bali. Rencana bangun stadion internasioanal di Pecatu harus dipindahkan ke Jembrana. Demikianpun Sirkuit F-1 harus jadi dibangun di Jembrana,” tegasnya.

Dipilihnya Jembrana, lanjut politisi muda asal Jembrana ini, karena daerah ini belum masuk dalam proyeksi pembangunan berskala besar oleh pemprov Bali. Ia menolak keras kebijakan pembangunan pemrov Bali yang meniadakan keadilan dan pemerataan antardaerah di Bali. “Di Buleleng mau bangun bandara, di Bali Timur (Karangasem) ada pelabuhan kapal pesiar Tanah Ampo, maka stadion internasioanal dan Sirkuit F-1 itu harus dibangun di Bali Barat (Jembrana),” katanya.

Jika fasilitas internasional itu dipaksakan dibangun di Bali selatan maka program pembangunan itu tidak mengurai persoalan laten yang menjerat Bali selama ini. Menurut dia, ketimpangan ekonomi dan sosial antardaerah di Bali tidak akan terurai. “Makanya pembangunan harus merata antardaerah. Daerah –daerah lain di Bali harus disiapkan untuk menjadi ‘gula’ pembangunan untuk masyarakat setempat. Tidak seperti selama ini semuanya terpusat di Bali selatan. Ketimpangan ekonomi dan dampak sosialnya sangat tinggi. Itu harus diuraikan dengan pemerataan pembangunan,” tegasnya.

Sementara itu, terakait anggaran pembiayaan kedua proyek tersebut tidak sepenuhnya menguras APBD provinsi Bali. Menurut Tamba, untuk anggaran membangun Sirkuit F-1 bisa kerjasama dengan investor, sementara anggaran untuk pembangunan Stadion disiapkan oleh pemerintah. Ia menambahkan, pemprov Bali tidak mengalami kesulitan yang berarti jika merealisasikan rencana pembangunan stadion dan sirkuit F-1 di Jembrana, karena bisa memanfaat lahan milik (aset) pemprov Bali di Jembrana. Amb

Sebelumnya Pansus APZ Panggil Pelindo dan Otoritas Pelabuhan Benoa
Selanjutnya Sadis, Perampok Setrum Korbannya yang Seorang Wanita