..
Adele Larang Lagunya Dipakai Donald Trump

Adele Larang Lagunya Dipakai Donald Trump

Suksesinews.com, - Donald Trump mungkin nge-fans pada Adele. Tetapi penyanyi pop asal Inggris itu jelas bukan fans politik Calon Presiden dari Partai Republik itu.


Hari Senin (1/2/2016) sore, Donald Trump menghadiri sebuah acara kampanyenya di Waterloo, Iowa. Kampanye politik itu menggunakan dua lagu Adele, Rolling in the Deep dan Skyfall¸ untuk menarik antusiasme massa.

Mengetahui hal itu, fans Adelle di jejaring sosial pun bereaksi. “Apakah Adele tahu bahwa Donald Trump memainkan lagunya dalam kampanyenya? Aku rasa dia tidak akan senang,” tulis salah seorang fans Adele di akun twitternya.

Adele juga langsung berang. Melalui juru bicaranya, dia meminta Donald Trump berhenti menggunakan lagu-lagunya dalam kegiatan kampanye politik.

“Adele tidak mengizinkan musiknya dipakai untuk kampanye politik apa pun,” demikian pernyataan juru bicara Adele melalui siaran pers, seperti dikutip media Inggris Independent, Senin (1/2/2016).

Tetapi, sang juru bicara tindak menjelaskan apakah peraih Grammy Award tahun 2009 itu akan mengambil langkah hukum terkait penggunaan musiknya yang tanpa izin itu.

Keluarga Trump memang fans Adele. November 2015, Trump menghadiri konser Adele di Radio City Music Hall, New York. Seperti dilansir Daily Mail, cucu Trump, Arabella, adalah penggemar berat Adelle.

Selain Trump, kandidat lain yang juga menggunakan lagu Adele adalah Mike Huckabee. Capres dari Partai Republik ini single terbaru Adele, Hello, dalam sebuah parodi kampanyenya di Youtube.

Tetapi bukan hanya Adele yang menjadi korban pencaplokan lagu untuk kampanye politik secara sepihak.

Sebelumnya, Neil Young mengecam Trump sebagai hipokrit setelah mencaplok lagunya, Rockin in the Free World, saat memulai kampanye politik sebagai Capres. Neil sendiri mendeklarasikan dukungan kepada kandidat berhaluan kiri dari Demokrat, Bernie Sanders.

Vokalis band rock Aerosmith, Steven Tyler, juga melabrak Trump karena menggunakan lagu Dream On untuk kampanye politiknya. Sedangkan vokalis R.E.M Michael Stipe protes karena penggunaan lagu band-nya di tahun 1984, It’s the End of the World as We Know It, juga nongol di kampanye Trump.

“Masa bodoh dengan diri Anda yang haus akan kekuasaan dan perhatian,” tulis Michael Stipe. Ia menambahkan dengan sindiran keras, “Jangan gunakan musik dan suara kami untuk parade kebodohan Anda.”Sumber: BerdikariOnline

Sebelumnya Reklamasi Telok Benoa Abaikan Adat dan Budaya
Selanjutnya Warga Denpasar Dihantui Banjir